Presiden RI ke-4 “KH Abdurrahman Wahid” Dimakamkan di Sisi Makam Pendiri NU
January 1, 2010 by: adminMantan Presiden Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid hari ini dimakamkan dalam sebuah upacara pemakaman kenegaraan yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Upacara yang berlangsung di komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng, Desa Diwek, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur itu diiringi gema tahlil dan tahmid.
Presiden Yudhoyono dalam sambutannya usai pemakaman menyebut Gus Dur sebagai bapak pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia. Karenanya, presiden menegaskan jika bangsa Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, seorang guru dan bapak bangsa, serta negarawan yang terhormat.
SBY pun menyebutkan jika Gus Dur adalah peletak dasar perkembangan awal demokrasi di Indonesia melalui pembentukan Forum Demokrasi bersama beberapa tokoh lainnya pada tahun 1990. Presiden mengatakan, “Forum Demokrasi telah menyemaikan gagasan-gagasan dan strategi tentang demokrasi dan pembangunan.”
Pada bagian akhir sambutannya, SBY tak lupa mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk mendoakan Gus Dur agar ditempatkan bersama golongan orang-orang terhormat di sisi Allah SWT. Presiden mengatakan, “Sebagai manusia biasa, layaknya seorang pemimpin, Gus Dur tak luput dari kekhilafan. Tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Sebagai bangsa yang berjiwa besar, kita patut mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang mendalam kepada almarhum.”
jenazah Gus Dur diturunkan ke liang lahat oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso dibantu anggota TNI dari berbagai kesatuan dan disaksikan oleh Presiden didampingi Wakil Presiden dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu II. Jenazah diturunkan pada pukul 13:30 WIB diikuti oleh gema takbir dan tahlil dari ribuan pengantar dan pelayat yang memadari pelataran kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang. Makam Gus Dur tepat berselahan dengan makam KH Hasyim Asy`ari dan KH Wahid Hasyim.
Menyusul wafatnya Gus Dur, Mantan Presiden BJ Habibie yang datang ke rumah duka di Jl. Ciganjur, mengatakan sangat berduka. Menurutnya, Gusdur telah berperan besar dalam memajukan bangsa ini. Terlebih, ungkap Habibie, jasa Gusdur dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gus Dur wafat pada Rabu (30/12) petang pukul 18.45 WIB di RSCM, Jakarta.[irib]

January 2nd, 2010 at 6:48 pm
makasih artikelnya,